Kamis, 01 Maret 2018

Cara Mengolah Kotoran Hewan Menjadi Biogas


Cara mengolah kotoran hewan - Biogas adalah salah satu inovasi dari bahan gas yang berasal dari fermentasi bahan bahan organic berupa kotoran hewan, kotoran manusia, limbah rumah tangga, sampah biodegradable atau dapat dikatakan juga sebagai setiap limbah organik yang degradable yang masih di dalam kondisi anaerobik. Sebagai salah satu inovasi dari gas sendiri, biogas memiliki kandungan utama yang dapat disebut dengan zat metana dan juga karbon dioksida.


Cara mengolah kotoran hewan menjadi biogas

Dari segi penggunaannya, biogas sendiri dapat digunakan sebagai salah satu bahan bakar pengganti untuk kendaraan, dan juga dapat digunakan sebagai salah satu daya pembangkit listrik dengan skala kecil. Selain itu juga, biogas yang lebih ramah lingkungan ini juga mampu dijadikan sebagai bahan pengganti atau zat pengganti dari gas elpiji yang dapat digunakan untuk menyalakan kompor dan lain sebagainya untuk memasak.

Sebelum memasuki pembahasan mengenai biogas dari segi manfaat, ada baiknya jika mengetahui bagaimana Cara Mengolah Kotoran Hewan menjadi biogas itu sendiri. Berikut adalah langkah langkah untuk membuat biogas dengan bahan baku utama yakni kotoran sapi. Langkah pertama untuk membuat biogas ini adalah dengan mencampurkan bahan utama kotoran sapi dengan takaran secukupnya saja. Dicampurkan dengan air yang juga telah ditentukan lalu dilakukan pengadukan hingga berbentuk seperti lumpur.

Biasanya untuk membuat biogas ini akan dibutuhkan takaran 1:1 antara kotoran sapi dengan air. Aduk di dalam wadah bak yang telah disediakan juga sebelumnya. Setelah adonan berubah seperti lumpur, lalu selanjutnya adalah mengalirkannya atau menuangkannya kedalam lubang gester. Setelah memasukkan lumpur kedalam gester tersebut, lubang gester harus dibuka dahulu untuk memudahkan udara yang ada di dalam gester tersebut untuk mendesak keluar.

biogas

Dalam mengisi gester yang pertama kali perlu banyak adonan lumpur tersebut sehingga dapat mengisi secara penuh volume yang ada di dalam gester tersebut. Selanjutnya adalah dengan menambahkan starter dengan jumlah takarannya adalah 1 liter. Dan setelahnya adalah mengisi rumen segar yang berasal dari rumah potong hewan dengan takaran 5 karung rumen untuk diisikan ke dalam gester yang memiliki kapasitas 3,5 sampai dengan 5,0 m2.

Langkah selanjutnya setelah gester terisi penuh oleh adonan lumpur maka saatnya untuk menutup kran gas yang ada pada gester agar lebih memudahkan proses fermentasi selanjutnya. Lalu setelah itu langkah untuk membuang gas yang pertama yang dihasilkan oleh adonan lumpur yang telah terfermentasi dalam kurun waktu 1 sampai dengan 8 hari. Nah, untuk selanjutnya pada hari ke 10 sampai dengan hari ke 14 barulah gas metana dan gas karbondioksida terbentuk.

Pada saat inilah gas mulai menurun dalam proses fermentasi yang terjadi di dalam gester. Dan pada hari ke 14 juga inilah biogas dapat digunakan untuk menyalakan kompor gas. Begitulah Cara Mengolah Kotoran Hewan menjadi biogas yang memiliki manfaat berupa upaya melestarikan lingkungan, menghemat pengeluaran biaya, biogas mampu mengurangi asap dan juga karbondioksida di udara, dapat menjadi bahan pembangkit listrik, biogas dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan biogas dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan untuk pupuk baik organik padat ataupun cair.